Lokasi Modul Pengaturan > Proyek > Aturan Pembayaran
Tujuan Modul Modul Aturan Pembayaran berfungsi untuk mendefinisikan skema termin pembayaran (payment terms) yang dapat diterapkan pada kontrak proyek. Tujuannya adalah untuk membuat template aturan pembayaran yang dapat digunakan berulang kali, menetapkan jadwal dan persentase pembayaran yang terkait dengan kemajuan atau milestone proyek. Ini menstandarisasi proses penagihan dan manajemen arus kas untuk proyek.
1. Tampilan Utama (Daftar Aturan Pembayaran)
Halaman utama menampilkan semua skema atau template termin pembayaran yang telah didefinisikan dalam sistem.
Penjelasan Tampilan
Filter: Memungkinkan pencarian cepat berdasarkan TermsCode.
Tabel Daftar Aturan:
TermsCode: Kode unik untuk setiap aturan pembayaran.
TermsName: Nama deskriptif dari aturan (misalnya, "DP 30% - Pelunasan 70%", "Pembayaran per Milestone").
TermsPeriod: Jangka waktu pembayaran (hari, bulan).
Piutang per Kondisi: Menunjukkan apakah penagihan dipicu oleh kondisi atau event tertentu.
Saat ini, tabel menunjukkan "...data tidak ditemukan...", yang berarti belum ada aturan yang dibuat.
Tombol Aksi:
Tambahkan Aturan Pembayaran: Membuka form untuk membuat aturan baru.
Hapus: Menghapus aturan yang dipilih.
2. Halaman Tambah Aturan Pembayaran
Formulir ini digunakan untuk mendefinisikan detail dari satu termin pembayaran dalam sebuah skema.
Penjelasan Tampilan
Kode Aturan Pembayaran: Kode unik untuk skema pembayaran.
Perhitungan Pembayaran: Jangka waktu pembayaran setelah penagihan diterbitkan, bisa dalam satuan hari atau bulan.
Persentase dan jumlah total: Persentase dari total nilai kontrak yang akan ditagihkan pada termin ini.
Masukkan Aturan Pembayaran: Tombol untuk menambahkan termin pembayaran lain ke dalam skema yang sama, memungkinkan pembuatan skema pembayaran multi-tahap (misalnya, Termin 1: 30%, Termin 2: 50%, Termin 3: 20%).
3. Langkah-langkah Membuat Aturan Pembayaran
Dari halaman utama, klik tombol Tambahkan Aturan Pembayaran.
Masukkan Kode Aturan Pembayaran yang unik (misalnya, "DP30-FINAL70").
Tentukan Perhitungan Pembayaran pertama (misalnya, 30 hari) dan Persentase tagihan (misalnya, 30%).
Jika skema pembayaran memiliki lebih dari satu termin, klik Masukkan Aturan Pembayaran untuk menambahkan baris baru.
Ulangi langkah 3 untuk setiap termin pembayaran hingga total persentase mencapai 100%.
Klik Simpan.
4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
Kontrak Proyek: Saat membuat kontrak proyek baru, tim penjualan atau administrasi proyek dapat memilih salah satu templateAturan Pembayaran ini. Skema pembayaran akan secara otomatis diterapkan pada kontrak tersebut.
Penagihan Otomatis Berbasis Milestone: Aturan pembayaran ini dapat ditautkan ke milestone dalam modul Tahapan Proyek. Ketika sebuah milestone (misalnya, "Tahap Pengujian Selesai") ditandai sebagai selesai, sistem dapat secara otomatis memicu proses penagihan untuk termin yang sesuai (misalnya, Termin ke-2 sebesar 50%).
Manajemen Arus Kas (Cash Flow): Dengan memiliki jadwal pembayaran yang terstruktur dan tertaut dengan kemajuan proyek, departemen keuangan dapat memproyeksikan arus kas masuk dari proyek dengan lebih akurat.
Akuntansi Pendapatan: Proses penagihan yang dipicu dari aturan ini akan secara otomatis membuat jurnal akuntansi yang relevan, seperti mencatat Piutang Usaha dan Pendapatan Proyek.
5. Tips & Catatan Penting
Buatlah kode aturan pembayaran yang intuitif dan mudah dimengerti (misalnya, "50-50", "DP20-M3-M6-FINAL").
Pastikan total persentase dari semua termin dalam satu aturan pembayaran sama dengan 100%.
Modul ini harus dikelola oleh departemen Keuangan atau Penjualan yang bertanggung jawab atas negosiasi kontrak dan penagihan, untuk memastikan konsistensi dan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan.
No comments to display
No comments to display