Skip to main content

Laporan Penggunaan Bahan Baku Item FG

Panduan Modul Laporan: Laporan Penggunaan Bahan Baku (BOM Variance Report)

Lokasi Modul

Persediaan > Laporan > Laporan Penggunaan Bahan Baku

Tujuan Modul

Laporan Penggunaan Bahan Baku adalah alat analisis produksi dan biaya yang krusial. Tujuannya adalah untuk membandingkan jumlah standar bahan baku (sesuai resep atau Bill of Materials - BOM) yang seharusnya digunakan untuk memproduksi suatu barang jadi, dengan jumlah aktual bahan baku yang benar-benar dikonsumsi selama proses produksi. Laporan ini digunakan untuk mengukur efisiensi dan mengidentifikasi potensi pemborosan.

1. Parameter Laporan (Filter Konseptual)

Untuk menghasilkan laporan analisis seperti ini, Anda biasanya perlu menentukan filter seperti:

  • Barang Jadi (Finished Good): Pilih produk akhir yang ingin Anda analisis pemakaian bahan bakunya.

  • Perintah Kerja Produksi (Production Order): Pilih nomor batch atau perintah kerja spesifik untuk analisis yang lebih terfokus.

  • Periode Produksi: Tentukan rentang tanggal produksi.

2. Membaca Laporan (Berdasarkan Templat)

Laporan yang dihasilkan akan merinci perbandingan penggunaan setiap bahan baku untuk produk jadi yang Anda analisis.

Penjelasan Kolom Kunci

  • Kode Barang/ Jasa: Kode untuk bahan baku (Raw Material) atau bahan pengemas (Packaging Material).

  • Standart Qty: Kuantitas bahan baku yang seharusnya digunakan sesuai dengan resep/BOM standar untuk menghasilkan sejumlah produk jadi.

  • Actual Qty: Kuantitas bahan baku yang nyatanya ditarik dari gudang dan digunakan selama proses produksi.

Cara Menganalisis Laporan

Fokus utama dari laporan ini adalah perbandingan antara kolom Standart Qty dan Actual Qty.

  • Jika Actual Qty > Standart Qty, ini mengindikasikan adanya inefisiensi atau pemborosan (negative variance).

  • Jika Actual Qty < Standart Qty, ini mengindikasikan adanya efisiensi (positive variance).

Tips & Catatan Penting

  • Laporan ini adalah alat analisis kunci bagi Manajer Produksi dan Akuntan Biaya (Cost Accountant).

  • Gunakan selisih (variance) yang ditemukan di laporan ini untuk menginvestigasi masalah di lantai produksi, seperti tumpahan bahan, masalah kualitas bahan baku, atau kesalahan operator.

  • Data Actual Qty ditarik dari transaksi pengeluaran barang ke produksi, sementara data Standart Qty ditarik dari data induk Bill of Materials (BOM).