Lokasi Modul Pengaturan > Perawatan - Aktiva Tetap > Kategori Perawatan
Tujuan Modul Modul Kategori Perawatan adalah master data yang berfungsi untuk mengklasifikasikan jenis-jenis pekerjaan perawatan yang dilakukan pada aset tetap. Tujuan utamanya adalah untuk menstandarisasi dan mengelompokkan aktivitas perawatan (misalnya, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance, Inspeksi, Kalibrasi) agar proses analisis biaya, penjadwalan, dan pelaporan menjadi lebih terstruktur dan efisien.
1. Tampilan Utama (Daftar Kategori Perawatan)
Halaman utama menampilkan semua kategori perawatan yang telah terdaftar dalam sistem.
Penjelasan Tampilan
Filter: Memungkinkan pencarian cepat berdasarkan Kode Kategori.
Tabel Daftar Kategori:
Kode Kategori: Kode unik yang mengidentifikasi setiap jenis perawatan.
Nama Kategori: Nama deskriptif dari kategori (contoh: "Perawatan Preventif", "Perbaikan Darurat").
Deskripsi Kategori: Penjelasan lebih detail mengenai cakupan kategori tersebut.
Status Aktif: Menunjukkan apakah kategori tersebut aktif dan dapat digunakan dalam transaksi baru.
Saat ini, tabel menunjukkan "...Tidak Ada Data...", menandakan belum ada kategori yang didefinisikan.
Tombol Aksi:
Baru: Membuka form untuk membuat kategori perawatan baru.
Hapus: Menghapus kategori yang dipilih.
2. Halaman Tambah Kategori
Formulir ini digunakan untuk mendefinisikan sebuah kategori perawatan baru.
Penjelasan Tampilan
Kode Kategori*: Field wajib diisi untuk kode unik kategori.
Nama Kategori*: Field wajib diisi untuk nama deskriptif kategori.
Deskripsi Kategori: Area teks opsional untuk memberikan penjelasan lebih rinci.
Perhatikan*: Label yang menandakan field di atasnya adalah wajib diisi.
3. Langkah-langkah Membuat Kategori Perawatan
Dari halaman utama, klik tombol Baru.
Isi Kode Kategori yang unik dan mudah diingat (misalnya, "PREV" untuk Preventif).
Isi Nama Kategori dengan jelas (misalnya, "Perawatan Preventif Berkala").
Tambahkan Deskripsi Kategori jika diperlukan untuk memperjelas cakupan pekerjaan.
Klik Simpan.
4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
Pembuatan Perintah Kerja (Work Order): Saat seorang teknisi atau perencana membuat Perintah Kerja (Work Order) untuk sebuah aset, mereka akan diwajibkan memilih Kategori Perawatan. Pilihan ini secara langsung mengklasifikasikan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.
Analisis Biaya dan Kinerja: Data kategori ini sangat krusial untuk analisis. Manajemen dapat dengan mudah memfilter dan menganalisis total biaya, waktu, dan sumber daya yang dihabiskan untuk setiap jenis perawatan. Ini membantu menjawab pertanyaan seperti, "Berapa biaya yang kita habiskan untuk perbaikan darurat (Corrective Maintenance) versus perawatan terencana (Preventive Maintenance) bulan lalu?".
Pelaporan KPI Perawatan: Kategori menjadi dasar untuk menghitung Key Performance Indicators (KPI) penting, seperti rasio antara perawatan preventif dan korektif, yang merupakan indikator kunci dari efektivitas program perawatan.
5. Tips & Catatan Penting
Definisikan kategori perawatan yang jelas, ringkas, dan disetujui bersama oleh seluruh tim perawatan untuk memastikan semua orang memiliki pemahaman yang sama.
Contoh kategori yang umum digunakan adalah: Perawatan Preventif, Perawatan Korektif, Perawatan Prediktif, Inspeksi, Kalibrasi, dan Perbaikan Umum.
Batasi jumlah kategori agar tidak terlalu rumit. Fokus pada klasifikasi yang benar-benar memberikan nilai tambah dalam analisis.
Akses untuk membuat atau mengubah kategori sebaiknya dibatasi untuk Manajer Perawatan atau System Administrator untuk menjaga konsistensi data.
No comments to display
No comments to display