Skip to main content

Proyeksi Kas

Panduan Modul Laporan: Proyeksi Kas (Cash Projection)

Lokasi Modul

Keuangan > Laporan > Proyeksi Kas

Tujuan Modul

Modul Laporan Proyeksi Kas berfungsi untuk menghasilkan laporan prakiraan atau proyeksi (forecast) saldo kas perusahaan di masa depan. Laporan ini mensimulasikan arus kas masuk dan keluar berdasarkan data transaksi yang sudah ada (seperti faktur jatuh tempo) untuk membantu manajemen mengantisipasi posisi kas, mengelola likuiditas, dan membuat keputusan keuangan yang strategis.

1. Parameter Laporan (Filter)

Halaman utama modul ini adalah sebuah form yang berisi berbagai parameter untuk menyesuaikan laporan proyeksi yang akan dihasilkan.

Berikut adalah penjelasan untuk setiap parameter:

  • Perusahaan:

    • Pilih perusahaan yang laporannya ingin Anda lihat dari dropdown.

  • Periode:

    • Tentukan rentang tanggal ke depan yang ingin Anda proyeksikan (contoh: 1 Oktober 2025 hingga 31 Oktober 2025).

  • Mata Uang:

    • Atur preferensi mata uang untuk pelaporan.

2. Langkah-langkah Menghasilkan Laporan

Langkah 1: Mengatur Parameter Laporan

Tentukan parameter yang Anda butuhkan, terutama Periode proyeksi di masa depan.

Langkah 2: Menghasilkan Laporan

Setelah semua parameter diatur, klik salah satu dari dua tombol di bagian bawah:

  • [Tampilkan Laporan]: Untuk melihat pratinjau laporan proyeksi kas langsung di layar Anda.

  • [Ekspor ke MS Excel]: Untuk mengunduh data laporan dalam format file Excel.

3. Isi Laporan (Konseptual)

Laporan yang dihasilkan akan berupa tabel (seringkali ditampilkan per minggu atau per hari) yang menampilkan:

  • Saldo Kas Awal

  • Proyeksi Penerimaan Kas (berdasarkan Piutang yang akan jatuh tempo, Giro masuk, dll.)

  • Proyeksi Pengeluaran Kas (berdasarkan Hutang yang akan jatuh tempo, Giro keluar, biaya rutin, dll.)

  • Arus Kas Bersih yang Diproyeksikan

  • Proyeksi Saldo Kas Akhir

Tips & Catatan Penting

  • Keakuratan laporan ini sangat bergantung pada keakuratan tanggal jatuh tempo pada semua transaksi piutang dan hutang di sistem.

  • Gunakan laporan ini untuk merencanakan kebutuhan dana, mengidentifikasi potensi kekurangan kas (cash deficit), atau merencanakan investasi jika ada kelebihan kas (cash surplus).

  • Ini adalah alat perencanaan strategis yang sangat penting bagi Manajemen Keuangan dan Treasuri.