Lokasi Modul Pengaturan > Pengaturan Akunting > Lembar Kerja Konsolidasi
Tujuan Modul Modul Lembar Kerja Konsolidasi adalah alat kerja (worksheet) akuntansi tingkat lanjut yang digunakan untuk menggabungkan laporan keuangan dari beberapa perusahaan terpisah yang berada dalam satu grup menjadi satu laporan keuangan tunggal (konsolidasi). Modul ini memfasilitasi proses penjumlahan saldo akun dari setiap entitas serta menyediakan kolom khusus untuk membuat jurnal eliminasi, yang bertujuan untuk menghapus transaksi antarperusahaan (intercompany transactions).
1. Tampilan Utama (Lembar Kerja)
Halaman utama menampilkan format lembar kerja yang menyerupai neraca lajur, di mana semua akun dari bagan akun (Chart of Accounts) disajikan bersama dengan saldonya dari masing-masing perusahaan dan kolom untuk penyesuaian.
Penjelasan Tampilan
Filter Konsolidasi:
Tipe: Dropdown untuk memilih jenis laporan atau periode yang akan dikonsolidasikan.
Perusahaan yang Aktif: Dropdown untuk memilih perusahaan-perusahaan anak (subsidiaries) yang datanya akan ditarik dan digabungkan.
Tabel Lembar Kerja:
Akun: Menampilkan seluruh akun dari bagan akun.
[Nama Perusahaan]: Kolom dinamis yang menampilkan saldo dari setiap perusahaan yang dipilih untuk dikonsolidasi (contoh: PT. UNGGUL INDO MODERN SEMATERA).
Pengeluaran (Jurnal Eliminasi): Terdiri dari kolom Debet dan Kredit. Kolom ini adalah tempat pengguna menginput jurnal untuk mengeliminasi atau menghapus dampak dari transaksi antarperusahaan, seperti utang-piutang, pendapatan, atau beban antarperusahaan dalam satu grup.
Dikonsolidasi: Kolom hasil akhir yang menampilkan saldo setelah saldo dari masing-masing perusahaan dijumlahkan dan disesuaikan dengan jurnal eliminasi. Angka di kolom inilah yang akan menjadi dasar laporan keuangan konsolidasi.
2. Langkah-langkah Proses Konsolidasi
Pilih Perusahaan: Dari dropdownPerusahaan yang Aktif, pilih semua entitas yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan konsolidasi.
Tarik Data: Sistem akan secara otomatis menarik saldo dari setiap akun untuk perusahaan-perusahaan yang dipilih.
Input Jurnal Eliminasi: Ini adalah langkah manual yang paling krusial. Akuntan harus mengidentifikasi semua transaksi antarperusahaan dan menginput jurnal yang berlawanan di kolom Pengeluaran (Debet/Kredit) untuk menolkan dampaknya.
Contoh: Jika Perusahaan Induk memiliki Piutang Usaha sebesar Rp100 juta kepada Anak Perusahaan, dan Anak Perusahaan memiliki Utang Usaha sebesar Rp100 juta kepada Induk, maka jurnal eliminasi yang dimasukkan adalah: (Debet) Utang Usaha Rp100 juta dan (Kredit) Piutang Usaha Rp100 juta.
Verifikasi Hasil: Setelah semua jurnal eliminasi dimasukkan, periksa kolom Dikonsolidasi untuk memastikan semua saldo antarperusahaan sudah menjadi nol dan saldo gabungan lainnya sudah benar.
Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
Modul ini adalah inti dari proses pelaporan keuangan untuk grup perusahaan. Data dari kolom Dikonsolidasi menjadi sumber utama untuk menyusun Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasi dan Laporan Laba Rugi Konsolidasi.
Proses ini biasanya dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan (bulanan, kuartalan, atau tahunan) setelah buku masing-masing perusahaan ditutup.
Tips & Catatan Penting
Pemahaman Akuntansi Konsolidasi: Penggunaan modul ini memerlukan pemahaman yang kuat tentang prinsip-prinsip akuntansi konsolidasi, terutama mengenai cara mengidentifikasi dan membuat jurnal eliminasi.
Akurasi adalah Kunci: Kesalahan dalam mengidentifikasi atau mengeliminasi transaksi antarperusahaan akan menghasilkan laporan keuangan konsolidasi yang tidak akurat.
Akses Terbatas: Karena sifatnya yang kompleks dan dampaknya yang besar, akses ke modul ini harus dibatasi hanya untuk tim akuntansi korporat atau akuntan senior yang bertanggung jawab atas pelaporan grup.
No comments to display
No comments to display