Panduan Modul Laporan: Jumlah Pemesanan Ulang (Reorder Report)
Lokasi Modul
Persediaan > Laporan > Jumlah Pemesanan Ulang
Tujuan Modul
Modul Laporan Jumlah Pemesanan Ulang berfungsi untuk menghasilkan daftar item yang stoknya telah mencapai atau berada di bawah titik pemesanan ulang (reorder point). Laporan ini secara otomatis membandingkan stok aktual dengan Persediaan Minimum yang telah diatur, dan merekomendasikan item mana saja yang perlu segera dibeli kembali untuk mencegah kehabisan stok.
1. Parameter Laporan (Filter)
Halaman utama modul ini adalah sebuah form yang berisi berbagai parameter untuk menyesuaikan laporan yang akan dihasilkan.
Berikut adalah penjelasan untuk setiap parameter:
Lokasi Gudang:
Saring laporan untuk lokasi gudang tertentu atau pilih [Semua].
Jenis Kategori Barang/Jasa:
Pilih kategori item yang ingin dianalisis, misalnya BARANG MENTAH.
Status Barang:
Pilih status barang, umumnya Aktif.
2. Langkah-langkah Menghasilkan Laporan
Langkah 1: Mengatur Parameter Laporan
Tentukan parameter yang Anda butuhkan, terutama Lokasi Gudang dan Jenis Kategori.
Langkah 2: Menghasilkan Laporan
Setelah semua parameter diatur, klik salah satu dari dua tombol di bagian bawah:
[Tampilkan Laporan]: Untuk melihat pratinjau laporan langsung di layar Anda.
[Ekspor ke MS Excel]: Untuk mengunduh data laporan dalam format file Excel.
3. Membaca Laporan (Isi Laporan)
Laporan yang dihasilkan adalah daftar item beserta jumlah pemesanan ulang yang direkomendasikan.
Laporan ini menampilkan detail penting seperti:
Kode Barang/Jasa dan Nama Barang/Jasa.
Gudang: Lokasi di mana stok item tersebut berada.
Jumlah Pemesanan Ulang: Kuantitas yang direkomendasikan untuk dipesan. Jika angka di kolom ini lebih dari nol, itu berarti stok item tersebut sudah berada di bawah level minimum.
Tips & Catatan Penting
Laporan ini adalah hasil otomatis dari pengaturan yang Anda buat di modul Pengaturan Persediaan Minimum.
Gunakan laporan ini sebagai dasar harian atau mingguan bagi tim Pembelian (Purchasing) untuk membuat Order Pembelian (PO) baru.
Ini adalah alat proaktif yang sangat penting untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan mencegah terhentinya produksi akibat kehabisan bahan.
No comments to display
No comments to display