Lokasi Modul Pengaturan > Produksi > Master Section
Tujuan Modul Modul Master Section digunakan untuk mendefinisikan area kerja atau tahapan fungsional di dalam lantai produksi. Setiap section (seksi) merepresentasikan sebuah pusat kegiatan di mana sekelompok operasi atau aktivitas produksi tertentu dilakukan. Modul ini berperan penting untuk mengelompokkan kegiatan produksi, yang nantinya menjadi dasar dalam pembuatan Routing (alur proses) dan definisi Work Center (pusat kerja).
1. Tampilan Utama (Daftar Section)
Halaman utama menampilkan daftar semua section produksi yang telah terdaftar di dalam sistem.
Penjelasan Tampilan
Filter: Memungkinkan pencarian section spesifik berdasarkan Kode Section.
Tabel Daftar Section:
Kode Section: Kode unik untuk setiap section (contoh: BPRO, WPRO, CPRO).
Nama Section: Nama deskriptif untuk area atau fungsi tersebut (contoh: Biscuit Production, Wafer Production).
Section Kegiatan: Menampilkan daftar kegiatan produksi yang dilakukan di dalam section tersebut.
Tombol Aksi:
Tambah Section: Membuka form untuk membuat section baru.
Hapus Section: Untuk menghapus section yang dipilih.
2. Halaman Tambah Section
Formulir ini digunakan untuk mendefinisikan section baru dan mengalokasikan kegiatan apa saja yang menjadi bagian dari section tersebut.
Penjelasan Tampilan
Kode, Nama, & Deskripsi Section: Field untuk mendefinisikan identitas dan penjelasan mengenai section.
Kegiatan: Ini adalah fitur inti dari modul. Terdapat dua kotak daftar (list box):
Kotak Kiri: Menampilkan semua kegiatan yang tersedia dari Master Kegiatan.
Kotak Kanan: Menampilkan kegiatan yang telah dipilih untuk menjadi bagian dari section yang sedang dibuat.
Tombol >> dan <<: Digunakan untuk memindahkan kegiatan dari daftar tersedia ke daftar yang dialokasikan, dan sebaliknya.
Tombol Aksi: Simpan untuk menyimpan data dan Batal untuk kembali.
3. Langkah-langkah Membuat Section Baru
Pastikan semua kegiatan produksi yang relevan sudah dibuat terlebih dahulu di modul Master Kegiatan.
Dari halaman utama, klik tombol Tambah Section.
Isi Kode Section, Nama Section, dan Deskripsi.
Pada bagian Kegiatan, pilih satu atau lebih kegiatan dari kotak sebelah kiri.
Klik tombol >> untuk memindahkan kegiatan yang dipilih ke kotak sebelah kanan.
Klik Simpan.
4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
Membangun Work Center: Sebuah Section adalah komponen kunci dalam mendefinisikan Work Center (Pusat Kerja). Work Center adalah gabungan dari Section (di mana pekerjaan dilakukan), Mesin (Master Mesin), dan Tenaga Kerja (Master Kelompok Kerja).
Dasar Pembuatan Routing: Routing atau alur proses produksi adalah urutan dari berbagai kegiatan. Dengan adanya section, routing menjadi lebih spesifik. Contoh:
Routing produk "Wafer Cokelat" adalah: Kegiatan Formulasi (di Section Formulasi) -> Kegiatan Wafer (di Section Wafer Production) -> Kegiatan Pengepakan (di Section Pengepakan).
Perencanaan dan Penjadwalan Produksi: Saat sistem menjadwalkan Work Order, ia akan mengalokasikan sumber daya (mesin dan tenaga kerja) yang berada di dalam section yang tepat sesuai dengan urutan kegiatan di Routing.
Akuntansi Biaya: Biaya overhead dapat diakumulasikan per section. Dengan mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan di sebuah section, biaya yang terjadi di section tersebut (listrik, sewa, dll.) dapat dialokasikan secara lebih akurat ke produk yang melewatinya.
5. Tips & Catatan Penting
Struktur section harus mencerminkan tata letak fisik atau alur proses logis di lantai produksi Anda.
Modul ini memiliki ketergantungan yang kuat pada Master Kegiatan. Pastikan master kegiatan sudah lengkap sebelum mendefinisikan section.
Pengelolaan modul ini idealnya dilakukan oleh tim PPIC (Production Planning and Inventory Control) atau Industrial Engineering yang bertanggung jawab merancang dan mengoptimalkan proses produksi.
No comments to display
No comments to display