Tujuan Modul Modul Push Data to Kokola App berfungsi untuk melakukan pengiriman (sinkronisasi) data tertentu secara manual dari sistem inti (ERP/warehouse, dsb) ke aplikasi eksternal "Kokola App". Fitur ini menjamin bahwa data penting seperti pesanan pembelian, barang, dan data vendor tetap konsisten dan up-to-date antara dua sistem yang terintegrasi.
1. Tampilan Utama dan Form Push Data
Penjelasan Tampilan
Form terdiri dari beberapa input utama:
Jenis Transaksi: Pilihan radio button antara PO (Purchase Order), Item (barang/master produk), atau Vendor.
Nomor PO: Jika Jenis Transaksi adalah PO, dropdown tersedia untuk memilih salah satu Nomor PO yang siap dikirim (misal: "PWU2012502-0000517 - SURYA INDAH PLASTIK").
Tombol Kirim data digunakan untuk melakukan proses push data ke Kokola App sesuai kriteria yang terpilih.
2. Langkah-langkah Push Data ke Kokola App
Masuk ke Utilitas > Push Data to Kokola App.
Pilih Jenis Transaksi yang akan dikirim (PO/Item/Vendor) dengan radio button.
Jika memilih PO, pilih Nomor PO yang tersedia dari dropdown.
Klik Kirim data untuk memulai proses pengiriman ke aplikasi Kokola.
Sistem akan menyalin/mengirim data terkait ke platform Kokola, menunggu notifikasi atau konfirmasi pengiriman berhasil/gagal.
3. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
Integrasi Sistem: Modul ini adalah trigger manual untuk mempercepat atau memaksa sinkronisasi data yang biasanya terjadwal/otomatis, sangat membantu dalam kasus data baru yang urgent atau revisi penting.
Kontrol Data Exchange: Proses push dilakukan hanya pada data dan transaksi yang sudah siap dan terverifikasi di sistem utama agar tidak terjadi data error di sistem Kokola.
Metode Eksekusi: Idealnya, setelah tombol Kirim data ditekan, sistem melakukan validasi dan menampilkan pesan (sukses/gagal) hasil pengiriman. Hal ini memastikan user mengetahui status setelah aksi dilakukan.
4. Tips & Catatan Penting
Selalu pastikan data sudah benar dan valid sebelum melakukan push, khususnya PO karena akan mempengaruhi proses downstream.
Gunakan fitur push ini hanya jika ada data mendesak, kebutuhan update mendadak, atau pada kasus support/troubleshooting integrasi, agar tidak terjadi double entry atau anomali data.
Akses sebaiknya dibatasi hanya untuk tim IT atau admin yang memahami dampak dari proses push ke aplikasi lain agar meminimalkan risiko human error atau kerancuan data cross-system.
No comments to display
No comments to display