Skip to main content

Laporan Tagihan Belum Difakturkan

Panduan Modul Laporan: Laporan Tagihan Belum Difakturkan (Unvouchered Report)

Lokasi Modul

Buku Besar > Laporan > Laporan Tagihan Belum Difakturkan

Tujuan Modul

Modul laporan Unvouchered Trade Report berfungsi untuk menghasilkan daftar transaksi yang masih "menggantung" atau belum dibuatkan faktur/tagihan resminya. Laporan ini sangat penting untuk memastikan semua transaksi penjualan ditagih (Piutang/AR) dan semua transaksi pembelian dicatat sebagai hutang (Hutang/AP).

1. Parameter Laporan

Halaman utama modul ini adalah sebuah form sederhana yang berisi beberapa parameter untuk menentukan jenis laporan yang akan dihasilkan.

image.png

Berikut adalah penjelasan untuk setiap parameter:

  • Date:

    • Tentukan rentang tanggal From (Dari) dan To (Hingga) untuk mencari transaksi yang belum difakturkan dalam periode tersebut (contoh: 1 July 2025 hingga 30 July 2025).

  • Type Of Report:

    • Ini adalah filter kunci untuk menentukan jenis laporan yang Anda inginkan.

      • AP (Accounts Payable / Hutang Dagang): Pilih opsi ini untuk melihat daftar penerimaan barang dari vendor yang faktur pembeliannya belum Anda terima atau catat.

      • AR (Accounts Receivable / Piutang Dagang): Pilih opsi ini untuk melihat daftar pengiriman barang ke pelanggan yang faktur penjualannya belum Anda terbitkan.

2. Langkah-langkah Menghasilkan Laporan

Langkah 1: Mengatur Parameter Laporan

Pilih rentang Date dan tentukan Type Of Report yang Anda butuhkan, apakah AP atau AR.

image.png

Langkah 2: Menghasilkan Laporan

Setelah parameter diatur, klik tombol Display Report di bagian kiri bawah halaman untuk melihat daftar transaksi yang belum difakturkan. 

image.png

Tips & Catatan Penting

  • Gunakan laporan ini secara rutin (misalnya, mingguan atau pada akhir bulan) untuk memastikan tidak ada pengiriman yang lupa ditagih (AR) atau penerimaan barang yang lupa dicatat hutangnya (AP).

  • Laporan ini sangat penting untuk tim Accounting (bagian AP dan AR) dalam menjaga akurasi pencatatan hutang dan piutang serta memastikan kelancaran arus kas.

  • Hasil dari laporan ini adalah daftar pekerjaan yang harus ditindaklanjuti, yaitu membuat faktur penjualan (untuk AR) atau mencatat faktur pembelian yang diterima dari vendor (untuk AP).