Skip to main content
Lokasi Pembuangan Sisa
Panduan Modul: Lokasi Pembuangan Sisa
Lokasi Modul
Pengaturan > Produksi > Lokasi Pembuangan Sisa
Tujuan Modul
Modul Lokasi Pembuangan Sisa berfungsi sebagai master data untuk mendefinisikan lokasi-lokasi resmi atau tujuan pembuangan sisa produksi, limbah, atau material scrap. Pencatatan lokasi ini penting untuk memastikan traceability (ketertelusuran) dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta untuk keperluan akuntansi biaya terkait pengelolaan limbah.
1. Tampilan Utama (Daftar Lokasi Pembuangan)
Halaman utama menampilkan daftar semua lokasi pembuangan yang telah terdaftar di dalam sistem.
Penjelasan Tampilan
-
Filter: Memungkinkan pencarian cepat berdasarkan Kode Tempat Pembuangan.
-
Tabel Daftar Lokasi:
-
Kode Tempat Pembuangan: Kode unik untuk setiap lokasi.
-
Nama Tempat Pembuangan: Nama deskriptif dari lokasi tersebut (misalnya, "Pihak Ketiga Daur Ulang Plastik", "Tempat Pembuangan Limbah Cair Internal").
-
Alamat Tempat Pembuangan: Alamat fisik dari lokasi pembuangan.
-
-
Tombol Aksi:
-
Tempat Pembuangan Baru: Membuka form untuk menambahkan lokasi baru.
-
Hapus: Untuk menghapus lokasi yang dipilih.
2. Halaman Tambah Lokasi Pembuangan Sisa
Penjelasan Tampilan
-
Kode Tempat Pembuangan: Field untuk memasukkan kode unik lokasi.
-
Nama Tempat Pembuangan: Field untuk nama deskriptif lokasi.
-
Alamat Tempat Pembuangan: Field untuk mencatat alamat lengkap lokasi.
-
Tombol Aksi: Simpan untuk menyimpan data dan Batal untuk kembali.
3. Langkah-langkah Menambahkan Lokasi Pembuangan
-
Dari halaman utama, klik tombol Tempat Pembuangan Baru.
-
Isi Kode, Nama, dan Alamat tempat pembuangan.
-
Klik Simpan.
4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi
-
Manajemen Limbah dan Scrap: Saat operator produksi mencatat adanya sisa atau scrap dari sebuah Work Order, sistem akan meminta mereka untuk memilih ke mana sisa tersebut dibuang. Daftar pilihan akan diambil dari master data yang dibuat di modul ini.
-
Kepatuhan Regulasi Lingkungan: Dengan mencatat secara digital setiap pembuangan limbah (terutama limbah B3), perusahaan dapat dengan mudah menghasilkan laporan yang diperlukan untuk audit lingkungan atau persyaratan pemerintah. Ini menciptakan jejak audit yang jelas untuk setiap kilogram limbah yang dihasilkan dan dibuang.
-
Akuntansi Biaya Lingkungan: Biaya yang terkait dengan pembuangan limbah (misalnya, biaya pengangkutan ke pihak ketiga atau biaya pengolahan internal) dapat dihubungkan dengan lokasi pembuangan ini. Hal ini memungkinkan departemen akuntansi untuk melacak dan mengalokasikan biaya pengelolaan limbah secara lebih akurat.
5. Tips & Catatan Penting
-
Pastikan data, terutama Alamat Tempat Pembuangan, akurat dan sesuai dengan data vendor atau lokasi internal yang sebenarnya.
-
Untuk pihak ketiga (vendor pengelola limbah), sebaiknya nama dan kode yang digunakan di sini konsisten dengan data yang ada di Master Vendor untuk memudahkan rekonsiliasi.
-
Pengelolaan modul ini sebaiknya menjadi tanggung jawab departemen Environment, Health, and Safety (EHS) atau departemen yang bertanggung jawab atas pengelolaan limbah, berkoordinasi dengan tim Produksi dan Akuntansi.