Setting Dokumen Bea Panduan Modul: Setting Dokumen Bea Lokasi Modul Utilitas > Setting Dokumen Bea Tujuan Modul Modul  Setting Dokumen Bea  digunakan untuk mendefinisikan dan mengelola master data jenis dokumen bea cukai yang berhubungan dengan proses kepabeanan ekspor-impor perusahaan. Ini memastikan bahwa seluruh transaksi kepabeanan sesuai dengan regulasi, terdokumentasi, dan mudah dilacak berdasarkan jenis dan status dokumennya. 1. Tampilan Utama (Daftar Jenis Dokumen Bea) Penjelasan Tampilan Tabel Jenis Dokumen Bea : Kode Jenis Bea : Kode atau nomor dokumen bea yang berlaku nasional (contoh: BC 2.6.2, BC 2.3, dll). Detail Jenis Bea : Keterangan detail atau deskripsi penggunaan dokumen (misal: "Ex Subkon, Ex Peminjaman, Ex Reparasi", "Impor, Reimpor"). Tipe Jenis Bea : Apakah dokumen untuk  IN  (pemasukan ke dalam negeri/gudang) atau  OUT  (pengeluaran). Status Jenis Bea : Indikator aktif atau tidak, biasanya berupa tanda centang (aktif) atau silang (tidak aktif). Tombol Aksi : Baru : Membuka form penambahan dokumen bea baru. Ubah Status : Untuk mengubah status aktif/tidak aktif terhadap dokumen yang dipilih. 2. Halaman Tambah/Ubah Dokumen Bea Penjelasan Tampilan Kode Dokumen Bea : Field input kode/nama singkat dokumen bea (contoh: BC 2.6.2). Detail Dokumen Bea : Area teks untuk memasukkan deskripsi rinci kegunaan dokumen bea tersebut. Tipe Jenis Dokumen : Pilihan radio button  IN  atau  OUT  untuk menandakan fungsi dokumen. Status Jenis Dokumen : Pilihan radio button  Aktif  atau  Tidak Aktif  sesuai status pemakaian dokumen pada sistem. 3. Langkah-langkah Menambah/Mengelola Dokumen Bea Akses menu  Utilitas > Setting Dokumen Bea . Klik  Baru  untuk menambah dokumen baru, atau pilih dokumen di daftar dan klik  Ubah Status  untuk mengaktifkan/nonaktifkan. Isi  Kode Dokumen Bea  dan  Detail Dokumen Bea  sesuai ketentuan regulator. Pilih  Tipe Jenis Dokumen  ( IN /  OUT ). Set  Status Jenis Dokumen  menjadi  Aktif  jika akan dipakai atau  Tidak Aktif  jika hanya untuk arsip/historis. Klik  Save  untuk menyimpan data. 4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi Referensi Wajib Transaksi Kepabeanan : Setiap transaksi ekspor-impor di sistem harus menggunakan kode dan detail dokumen dari master ini, agar valid sesuai syarat bea cukai. Kontrol dan Laporan Compliance : Data master ini menjadi referensi utama pada laporan kepatuhan, audit, maupun saat rekonsiliasi kepabeanan. Logika Proses : Transaksi  IN  (masuk) dan  OUT  (keluar) akan terjaga jelas, sehingga tiap proses logistik bisa otomatis menyesuaikan dokumen pendukung yang sah. 5. Tips & Catatan Penting Pastikan selalu mengupdate jenis dokumen bea jika ada perubahan regulasi pemerintah. Definisikan deskripsi dengan jelas, agar user tanpa latar belakang kepabeanan tetap dapat memilih dokumen yang benar saat input transaksi. Pengelolaan dokumen aktif vs tidak aktif penting agar transaksi yang baru hanya menggunakan dokumen yang valid di sistem bea cukai. Akses ke fitur ini sebaiknya dibatasi khusus staf pajak/kepabeanan, atau admin compliance.