Section QC Panduan Modul: Section QC Lokasi Modul Pengaturan > Produksi > Section QC Tujuan Modul Modul  Section QC  digunakan untuk mendefinisikan titik-titik inspeksi  Quality Control  (QC) di sepanjang alur proses produksi. Setiap entri "Section QC" merepresentasikan sebuah  checkpoint  kualitas yang harus dilakukan pada  section  produksi tertentu. Modul ini memastikan bahwa standar kualitas ditegakkan secara sistematis pada setiap tahapan krusial, mulai dari sebelum, selama, hingga setelah proses produksi. 1. Tampilan Utama (Daftar Section QC) Halaman utama menampilkan daftar semua  checkpoint QC yang telah didefinisikan dalam sistem. Penjelasan Tampilan Filter : Memungkinkan pencarian  checkpoint  QC berdasarkan  Nama QC ,  Section , atau kriteria lainnya. Tabel Daftar Section QC : Nama QC : Nama unik untuk  checkpoint  inspeksi kualitas. Nama Section : Menunjukkan di  section  produksi mana inspeksi ini dilakukan. Nama Karyawan : Menampilkan nama personel QC yang bertanggung jawab (jika ditugaskan). Saat ini, tabel menunjukkan "...TIDAK ADA DATA...", yang berarti belum ada checkpoint QC yang dibuat. Tombol Aksi : Baru : Membuka form untuk membuat  checkpoint  QC baru. Hapus : Untuk menghapus  checkpoint  QC yang dipilih. 2. Halaman Tambah Section QC Formulir ini digunakan untuk mendefinisikan  checkpoint QC baru, termasuk lokasi, parameter, dan persyaratan dokumennya. Penjelasan Tampilan Nama QC : Nama deskriptif untuk titik inspeksi (contoh: "Pengecekan Suhu Oven", "Verifikasi Komposisi Adonan"). Section :  Dropdown  untuk memilih di  Master Section  mana  checkpoint  QC ini akan ditempatkan. Contoh :  Dropdown  untuk memilih  template  atau standar parameter QC yang akan digunakan. Ini mengacu pada  master data  parameter kualitas yang telah didefinisikan di tempat lain. Bagian Section : Pilihan radio button untuk menentukan kapan inspeksi dilakukan: Sebelum Section : Inspeksi bahan baku atau input sebelum proses dimulai. Dalam Section : Inspeksi selama proses produksi berlangsung ( in-process control ). Post Section : Inspeksi output atau produk setengah jadi setelah proses di  section  tersebut selesai. Kebutuhan STF : Kotak centang ( checkbox ) yang menandakan apakah hasil inspeksi QC ini memerlukan pembuatan dokumen  STF  ( Standard Test Form  atau dokumen sejenis) sebagai bukti formal. Deskripsi QC : Area teks untuk memberikan instruksi atau penjelasan lebih detail mengenai prosedur inspeksi. 3. Langkah-langkah Membuat Section QC Baru Pastikan  Master Section  dan  template  parameter QC (jika ada) sudah dibuat. Dari halaman utama, klik tombol  Baru . Isi  Nama QC . Pilih  Section  dari  dropdown . Pilih  Contoh  (template parameter) yang relevan. Tentukan kapan inspeksi dilakukan dengan memilih  Bagian Section . Centang  Kebutuhan STF  jika diperlukan dokumentasi formal. Tuliskan  Deskripsi QC  yang jelas. Klik  Simpan . 4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi Integrasi dengan  Routing  dan  Work Order :  Checkpoint  QC yang didefinisikan di sini akan menjadi bagian integral dari  Routing  produksi. Saat sebuah  Work Order  melewati  section  tertentu, sistem akan secara otomatis memicu tugas inspeksi QC yang relevan. Penjaminan Kualitas ( Quality Assurance ) : Sistem akan "memaksa" proses produksi berhenti sejenak di  checkpoint  ini hingga personel QC melakukan inspeksi dan memberikan status (Lulus/Gagal). Produk tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya sebelum status "Lulus" diterima. Traceability  dan Dokumentasi : Jika  Kebutuhan STF  dicentang, sistem akan mengharuskan personel QC untuk mengisi dan mengunggah dokumen STF. Ini menciptakan jejak audit kualitas yang lengkap untuk setiap  batch  produksi, yang sangat penting untuk pelacakan jika terjadi keluhan pelanggan atau penarikan produk ( product recall ). Analisis Kualitas : Data hasil inspeksi (jumlah produk yang lulus/gagal di setiap  checkpoint ) dapat dikumpulkan dan dianalisis untuk mengidentifikasi titik-titik lemah dalam proses produksi dan mendorong perbaikan berkelanjutan ( continuous improvement ). 5. Tips & Catatan Penting Definisikan  checkpoint  QC pada titik-titik paling kritis dalam proses Anda (di mana risiko kegagalan kualitas paling tinggi). Pastikan  template  parameter QC ( field   Contoh ) berisi standar yang jelas, terukur, dan objektif untuk menghindari ambiguitas selama inspeksi. Pengelolaan modul ini harus menjadi tanggung jawab departemen  Quality Control  atau  Quality Assurance , dengan koordinasi erat bersama tim Produksi.