# Purchase Order Belum Diinvoice

### **Panduan Modul Laporan: Purchase Order Belum Diinvoice (Uninvoiced PO Report)**

#### **Lokasi Modul**

#### `Pembelian` &gt; `Laporan` &gt; `Purchase Order Belum Diinvoice`

#### **Tujuan Modul**

#### Modul laporan **Purchase Order Belum Diinvoice** (*Uninvoiced PO Report*) berfungsi untuk menghasilkan daftar semua *Purchase Order* (PO) yang barangnya kemungkinan sudah diterima namun fakturnya belum diterima atau dicatat di sistem. Laporan ini adalah alat kontrol yang sangat penting untuk mengelola hutang akrual (*accrued liabilities*) dan memastikan semua kewajiban kepada vendor tercatat.

### **1. Parameter Laporan (Filter)**

#### Halaman utama modul ini adalah sebuah form yang berisi berbagai parameter untuk menyesuaikan laporan yang akan dihasilkan.

![image.png](https://manual.kokola.co/uploads/images/gallery/2025-08/scaled-1680-/d6kimage.png)

#### Berikut adalah penjelasan untuk setiap parameter:

- #### **Vendor:**
    
    
    - #### Saring laporan berdasarkan semua vendor (**`All`**) atau vendor tertentu (**`Selected`**).
- #### **PO Date:**
    
    
    - #### Tentukan rentang tanggal pembuatan PO **`From`** (Dari) dan **`To`** (Hingga) yang akan ditampilkan (contoh: 1 Agustus 2025 hingga 31 Agustus 2025).
- #### **Location:**
    
    
    - #### Filter laporan berdasarkan lokasi atau gudang.
- #### **Show:**
    
    
    - #### Pilih tingkat detail laporan: **`Summary`** (Ringkasan) atau **`Detail`** (Rinci).

### **2. Langkah-langkah Menghasilkan Laporan**

#### **Langkah 1: Mengatur Parameter Laporan**

#### Pilih semua parameter yang Anda butuhkan, terutama tentukan rentang **`PO Date`**.

![image.png](https://manual.kokola.co/uploads/images/gallery/2025-08/scaled-1680-/rZ4image.png)

#### **Langkah 2: Menghasilkan Laporan**

#### Setelah semua parameter diatur, klik salah satu dari dua tombol di bagian kiri bawah halaman:

- #### **Display Report :** Untuk melihat pratinjau laporan PO yang belum ditagih langsung di layar Anda. ![image.png](https://manual.kokola.co/uploads/images/gallery/2025-08/scaled-1680-/PUQimage.png)
- #### **Export To MS Excel:** Untuk mengunduh data laporan dalam format file Excel. ![image.png](https://manual.kokola.co/uploads/images/gallery/2025-08/scaled-1680-/XqKimage.png)

### **3. Contoh Tampilan Laporan**

#### Setelah Anda klik, sistem akan menghasilkan laporan detail seperti berikut, yang merinci setiap PO yang masih memiliki sisa tagihan.

![image.png](https://manual.kokola.co/uploads/images/gallery/2025-08/scaled-1680-/7JKimage.png)

- #### **Penjelasan Laporan:** Laporan ini akan menampilkan daftar rinci setiap *Purchase Order* yang masih memiliki jumlah atau nilai yang belum ditagih dari vendor.
- #### **Kolom-kolom Kunci:**
    
    
    - #### **`Purchase Order Number`**: Nomor PO yang menjadi referensi.
    - #### **`Item Name`**: Rincian produk yang belum ditagih.
    - #### **`Remaining Qty`**: Sisa kuantitas yang belum ditagih.
    - #### **`Remaining Amount Uninvoiced`**: Sisa nilai yang belum ditagih.
    - #### **`Total Remaining`**: Total sisa tagihan per *Purchase Order*.

### **Tips &amp; Catatan Penting**

- #### Gunakan laporan ini pada **akhir bulan** untuk mengidentifikasi pembelian yang perlu dicatat sebagai **beban akrual** (*accrued expense*).
- #### Laporan ini merupakan "daftar kerja" bagi tim **Accounting (AP)** untuk menindaklanjuti (*follow-up*) vendor yang belum mengirimkan faktur.
- #### Kolom **`Remaining Amount Uninvoiced`** adalah indikator utama dari potensi hutang yang sudah terjadi namun belum tercatat secara resmi di buku hutang.