# Proyek Kegiatan

### **Panduan Modul: Proyek Kegiatan**

#### **Lokasi Modul**  
Pengaturan &gt; Proyek &gt; Proyek Kegiatan

#### **Tujuan Modul**  
Modul **Proyek Kegiatan** berfungsi sebagai *master data* untuk mendefinisikan *template* atau standar kegiatan-kegiatan yang umum dilakukan dalam sebuah proyek. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah *Work Breakdown Structure* (WBS) *template* di mana setiap kegiatan sudah didefinisikan bersama dengan sumber daya standar yang dibutuhkannya (personil, *asset*, material, dll.). Ini mempercepat dan menstandarisasi proses pembuatan proyek baru.

### **1. Tampilan Utama (Daftar Proyek Kegiatan)**

#### Halaman utama menampilkan semua *template* kegiatan yang telah terdaftar di dalam sistem.

#### **Penjelasan Tampilan**

- #### **Filter**: Memungkinkan pencarian cepat berdasarkan **Kode Aktivitas**.
- #### **Tabel Daftar Kegiatan**:
    
    
    - #### **Kode Aktivitas**: Kode unik untuk setiap *template* kegiatan.
    - #### **Nama Kegiatan**: Nama deskriptif untuk kegiatan tersebut (misalnya, "Analisis Kebutuhan", "Desain Sistem", "Instalasi Peralatan").
    - #### **Order Standar**: Urutan *default* dari kegiatan ini dalam sebuah alur proyek.
    - #### **Keterangan**: Deskripsi tambahan mengenai kegiatan.
    - #### Saat ini, tabel menunjukkan "...data tidak ditemukan...", yang berarti belum ada *template* kegiatan yang dibuat.
- #### **Tombol Aksi**:
    
    
    - #### **Baru**: Membuka *form* untuk membuat *template* kegiatan baru.

### **2. Halaman Tambah Kegiatan Baru**

#### Formulir ini adalah inti dari modul, di mana sebuah *template* kegiatan didefinisikan secara detail, termasuk sumber daya standar yang dibutuhkan.

#### **Penjelasan Tampilan**

- #### **Informasi Dasar**:
    
    
    - #### **Kode Aktivitas / Jasa / Bahan**: Kode unik untuk kegiatan.
    - #### **Nama Kegiatan**: Nama deskriptif kegiatan.
    - #### **Order Standar**: Urutan *default* kegiatan.
    - #### **Keterangan**: Deskripsi kegiatan.
- #### **Sumber Daya**: Bagian ini digunakan untuk mendefinisikan sumber daya standar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kegiatan ini. Terdiri dari empat kategori:
    
    
    1. #### **Posisi**: Menentukan jabatan atau peran yang dibutuhkan (misalnya, "Manajer Proyek", "Analis Sistem") dan jumlahnya.
    2. #### **Asset**: Menentukan peralatan atau *asset* tetap yang dibutuhkan (misalnya, "Komputer High-Spec", "Alat Ukur") dan jumlahnya.
    3. #### **Lain - lain**: Untuk sumber daya lain di luar kategori yang ada (misalnya, "Jasa Konsultan Eksternal").
    4. #### **Barang/Jasa**: Menentukan material atau bahan habis pakai yang dibutuhkan (misalnya, "Kabel UTP", "Semen") dan jumlahnya.

### **3. Langkah-langkah Membuat Template Kegiatan**

1. #### Pastikan semua *master data* sumber daya (Posisi, Asset, Barang/Jasa) sudah tersedia di sistem.
2. #### Dari halaman utama, klik tombol **Baru**.
3. #### Isi informasi dasar kegiatan (Kode, Nama, Order, Keterangan).
4. #### Di bagian **Sumber Daya**, klik *icon* `[+]` pada setiap kategori untuk menambahkan sumber daya yang dibutuhkan. Pilih sumber daya dari daftar yang muncul dan tentukan **Jumlah**-nya.
5. #### Ulangi langkah 4 untuk semua sumber daya yang diperlukan.
6. #### Klik **Kegiatan Baru** atau **Simpan**.

### **4. Alur Kerja &amp; Proses Bisnis Terintegrasi**

- #### **Pembuatan Proyek Cepat**: Saat manajer proyek membuat proyek baru, mereka tidak perlu lagi mendefinisikan setiap tugas dan kebutuhan sumber daya dari awal. Mereka cukup memilih *template* kegiatan yang relevan dari modul ini, dan sistem akan secara otomatis membuat daftar tugas beserta estimasi kebutuhan sumber dayanya.
- #### **Standardisasi Work Breakdown Structure (WBS)**: Modul ini mendorong standardisasi dalam perencanaan proyek. Semua proyek dengan tipe sejenis (misalnya, semua proyek instalasi jaringan) akan memiliki struktur kegiatan dan estimasi sumber daya awal yang konsisten.
- #### **Dasar Penganggaran Proyek**: Kebutuhan sumber daya yang telah didefinisikan di *template* ini (misalnya, 20 jam kerja "Analis Sistem", 5 unit "Komputer") akan dikalikan dengan tarif biaya dari **Modul Sumber Daya** untuk menghasilkan estimasi anggaran biaya awal untuk kegiatan tersebut.
- #### **Perencanaan Kapasitas Sumber Daya**: Dengan memiliki *template* standar, perusahaan dapat melakukan perencanaan kapasitas jangka panjang. Misalnya, jika ada rencana untuk mengerjakan 10 proyek instalasi tahun depan, perusahaan dapat dengan mudah menghitung total kebutuhan sumber daya (misal: 10 proyek x 2 "Analis Sistem" per proyek = 20 "Analis Sistem") dan merencanakan rekrutmen atau pelatihan.

### **5. Tips &amp; Catatan Penting**

- #### Buatlah *template* kegiatan yang bersifat generik namun cukup detail agar dapat digunakan kembali di banyak proyek dengan sedikit modifikasi.
- #### Modul ini sangat bergantung pada kelengkapan *master data* lainnya seperti **Master Posisi**, **Master Asset**, dan **Master Barang**. Pastikan data-data tersebut sudah lengkap.
- #### Pengelolaan modul ini sebaiknya dilakukan oleh *Project Management Office* (PMO) atau manajer proyek senior yang memiliki pengalaman dan wewenang untuk menetapkan standar perencanaan proyek.