# Kondisi

## **Panduan Modul: Kondisi**

#### **Lokasi Modul**  
Pengaturan &gt; Pengaturan Akunting &gt; Kondisi

#### **Tujuan Modul**  
Modul **Kondisi** berfungsi sebagai pusat pengaturan untuk menetapkan syarat dan ketentuan (*terms and conditions*) standar yang berlaku untuk seluruh transaksi penjualan (pelanggan) dan pembelian (pemasok). Pengaturan ini mencakup termin pembayaran *default*, batas kredit, dan aturan penerapan pajak, yang akan menjadi nilai awal saat membuat master data pelanggan atau pemasok baru.

### **1. Tampilan Utama (Halaman Kondisi)**

#### Halaman ini adalah sebuah form tunggal yang dibagi menjadi dua bagian utama untuk mengelola persyaratan pelanggan dan pemasok secara terpisah.

#### **Penjelasan Tampilan**

#### **Bagian 1: Persyaratan Untuk Semua Pelanggan**

- #### **Pembayaran Piutang Berdasarkan**: *Dropdown* untuk menentukan basis perhitungan tanggal jatuh tempo (misalnya, `30 EOM` - 30 hari setelah akhir bulan).
- #### **Jumlah Hari Sampai Dengan Jatuh Tempo**: Termin pembayaran standar dalam hari.
- #### **Kode Pajak**: Kode pajak *default* (misalnya, PPN) yang akan diterapkan pada transaksi penjualan.
- #### **Batas Kredit**: Plafon kredit standar yang diberikan kepada pelanggan baru.
- #### **Gunakan Kode Pajak Pelanggan**: Jika dicentang, sistem akan memprioritaskan kode pajak yang diatur secara spesifik di master data pelanggan, mengabaikan kode pajak *default* di sini.

#### **Bagian 2: Persyaratan Untuk Semua Pemasok**

- #### Pengaturannya identik dengan bagian pelanggan, namun berlaku untuk transaksi pembelian.
- #### **Pembayaran Piutang Berdasarkan**: Menentukan termin pembayaran *default* kepada pemasok.
- #### **Kode Pajak**: Kode pajak *default* untuk transaksi pembelian.
- #### **Gunakan Kode Pajak Pemasok**: Jika dicentang, sistem akan menggunakan kode pajak yang diatur spesifik di master data pemasok.

#### **Tombol Aksi**

- #### **Simpan**: Menyimpan semua perubahan yang dibuat pada halaman ini.

### **2. Langkah-langkah Mengatur Kondisi**

1. #### Pada bagian **Pelanggan**, pilih termin pembayaran *default*, isikan jumlah hari jatuh tempo, dan tentukan batas kredit standar.
2. #### Pilih **Kode Pajak** *default* untuk penjualan.
3. #### Ulangi langkah 1 dan 2 untuk bagian **Pemasok**.
4. #### Centang opsi "Gunakan Kode Pajak..." jika Anda ingin sistem lebih fleksibel dan memprioritaskan pengaturan yang ada di masing-masing master data pelanggan/pemasok.
5. #### Klik **Simpan**.

### **3. Alur Kerja &amp; Proses Bisnis Terintegrasi**

- #### **Nilai *Default* untuk Master Data**: Pengaturan di modul ini berfungsi sebagai nilai awal (*default value*). Saat pengguna membuat data pelanggan atau pemasok baru, kolom termin, batas kredit, dan pajak akan secara otomatis terisi dengan nilai dari modul Kondisi ini.
- #### **Efisiensi Entri Data**: Ini sangat mempercepat proses pembuatan master data baru karena pengguna tidak perlu mengisi semua informasi dari awal setiap saat.
- #### **Fleksibilitas**: Meskipun ada nilai *default*, pengguna tetap dapat mengubahnya secara individual di setiap master data pelanggan atau pemasok jika ada kesepakatan khusus yang berbeda dari standar perusahaan.

### **4. Tips &amp; Catatan Penting**

- #### Tinjau dan sesuaikan pengaturan ini secara berkala agar selalu sejalan dengan kebijakan kredit dan keuangan perusahaan yang terbaru.
- #### Pengaturan ini membantu menstandardisasi hubungan bisnis dengan pelanggan dan pemasok, namun tetap memberikan fleksibilitas untuk kasus-kasus khusus.
- #### Modul ini umumnya diatur sekali saat implementasi awal dan hanya diubah jika ada perubahan kebijakan fundamental. Aksesnya harus dibatasi untuk manajer keuangan atau akuntansi.