Modul Utilitas


Setting Dept Efam

Panduan Modul: Setting Dept EFAM

Lokasi Modul
Utilitas > Setting Dept EFAM

Tujuan Modul
Modul Setting Dept EFAM digunakan untuk melakukan pemetaan atau sinkronisasi antara departemen yang terdapat pada sistem Sunfish dan departemen yang digunakan oleh sistem EFAM (Enterprise Financial & Asset Management atau sistem lain yang relevan). Modul ini sangat penting untuk memastikan integrasi data lintas aplikasi/perangkat lunak, khususnya dalam pelaporan, workflow approval, atau ekspor data ke sistem eksternal.

1. Tampilan Utama (Daftar Pemetaan Dept Sunfish ke EFAM)

Penjelasan Tampilan

2. Langkah-langkah Melakukan Pemetaan Dept EFAM

  1. Akses Utilitas > Setting Dept EFAM, lalu pastikan berada di tab "Set Departement".

  2. Tabel akan menampilkan daftar semua departemen dari Sunfish beserta ID-nya.

  3. Untuk setiap baris, buka dropdown di kolom Dept. EFAM dan pilih departemen EFAM yang sesuai.

  4. Simpan setiap pemetaan yang telah dipilih/diinput.

  5. Proses ini memastikan bahwa setiap transaksi atau dokumen yang melibatkan departemen dapat dilewatkan/dikonsolidasikan dengan benar pada kedua sistem.

3. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

4. Tips & Catatan Penting

Setting Shelf Life

Panduan Modul: Setting Shelf Life

Lokasi Modul
Utilitas > Setting Shelf Life

Tujuan Modul
Modul Setting Shelf Life digunakan untuk mendefinisikan standar umur simpan (shelf life) berbagai produk atau bahan baku. Data ini menjadi parameter penting dalam manajemen persediaan, terutama pada sistem ERP yang membutuhkan pengendalian kualitas dan perputaran stok. Dengan menetapkan shelf life, perusahaan dapat memantau dan mencegah penyimpanan barang yang sudah kadaluarsa.

1. Tampilan Utama (Daftar Shelf Life)

Penjelasan Tampilan

2. Halaman Tambah Shelf Life

Penjelasan Tampilan

3. Langkah-langkah Menambahkan Shelf Life

  1. Akses menu Utilitas > Setting Shelf Life.

  2. Klik tombol tambah (jika ada) untuk membuka form input.

  3. Masukkan angka Shelf Life (misal: "365").

  4. Pilih satuan waktu, antara Hari atau Bulan.

  5. Klik Save untuk menyimpan entri baru, atau Cancel untuk batal.

4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

5. Tips & Catatan Penting

Setting Dokumen Bea

Panduan Modul: Setting Dokumen Bea

Lokasi Modul
Utilitas > Setting Dokumen Bea

Tujuan Modul
Modul Setting Dokumen Bea digunakan untuk mendefinisikan dan mengelola master data jenis dokumen bea cukai yang berhubungan dengan proses kepabeanan ekspor-impor perusahaan. Ini memastikan bahwa seluruh transaksi kepabeanan sesuai dengan regulasi, terdokumentasi, dan mudah dilacak berdasarkan jenis dan status dokumennya.

1. Tampilan Utama (Daftar Jenis Dokumen Bea)

Penjelasan Tampilan

2. Halaman Tambah/Ubah Dokumen Bea

Penjelasan Tampilan

3. Langkah-langkah Menambah/Mengelola Dokumen Bea

  1. Akses menu Utilitas > Setting Dokumen Bea.

  2. Klik Baru untuk menambah dokumen baru, atau pilih dokumen di daftar dan klik Ubah Status untuk mengaktifkan/nonaktifkan.

  3. Isi Kode Dokumen Bea dan Detail Dokumen Bea sesuai ketentuan regulator.

  4. Pilih Tipe Jenis Dokumen (INOUT).

  5. Set Status Jenis Dokumen menjadi Aktif jika akan dipakai atau Tidak Aktif jika hanya untuk arsip/historis.

  6. Klik Save untuk menyimpan data.

4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

5. Tips & Catatan Penting

Setting Line E-Mixing

Panduan Modul: Setting Line E-Mixing

Lokasi Modul
Utilitas > Setting Line E-Mixing

Tujuan Modul
Modul Setting Line E-Mixing digunakan untuk mendefinisikan, mengaktifkan, atau menonaktifkan status setiap lini produksi yang menggunakan sistem E-Mixing. Modul ini penting untuk integrasi data dan pengaturan workflow yang berbasiskan konfigurasi aktual di lini produksi.

1. Tampilan Utama (Daftar Line E-Mixing)

Penjelasan Tampilan

2. Halaman Penambahan/Update Line E-Mixing

Penjelasan Tampilan

3. Langkah-langkah Menambah/Mengelola Line E-Mixing

  1. Masuk ke Utilitas > Setting Line E-Mixing.

  2. Klik tombol Baru untuk menambah atau edit detail line.

  3. Pilih Line dari dropdown yang tersedia.

  4. Tentukan Status: Aktifkan atau nonaktifkan sesuai kebutuhan operasional.

  5. Masukkan Alasan Aktivasi/Inaktivasi sebagai catatan perubahan.

  6. Simpan data menggunakan tombol Save.

  7. Untuk mengubah status line eksisting, klik pada baris line yang ingin diubah, lakukan perubahan status atau alasan, lalu save.

4. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

5. Tips & Catatan Penting

BC Pending

Panduan Modul: BC Pending

Lokasi Modul
Utilitas > BC Pending

Tujuan Modul
Modul BC Pending digunakan untuk mencatat dan mengelola data dokumen kepabeanan (Bea Cukai, BC) yang statusnya masih tertunda atau belum selesai pada saat transaksi logistik (umumnya pengiriman atau penerimaan barang). Modul ini berfungsi sebagai penampung sementara data BC yang wajib didokumentasikan agar compliance, sekaligus sebagai pengingat bahwa transaksi terkait belum sepenuhnya clear secara hukum atau administratif.

1. Tampilan Utama dan Form Input BC Pending

Penjelasan Tampilan

2. Langkah-langkah Input BC Pending

  1. Masuk ke Utilitas > BC Pending.

  2. Isi No Surat Jalan sesuai dokumen fisik pada saat pengiriman atau penerimaan.

  3. Pilih Category Item yang relevan dari dropdown.

  4. Pilih BC Type sesuai jenis transaksi kepabeanan.

  5. Pilih Document Type List Bea dari master dokumen yang telah di-setting sebelumnya.

  6. Pilih Nama Vendor terkait transaksi.

  7. Klik Kirim data untuk menyimpan informasi dokumen BC Pending ke sistem sebagai referensi & kontrol.

3. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

4. Tips & Catatan Penting

Sumber Penerimaan Barang

Panduan Modul: Sumber Penerimaan Barang

Lokasi Modul
Utilitas > Sumber Penerimaan Barang

Tujuan Modul
Modul Sumber Penerimaan Barang digunakan untuk mendefinisikan dan memetakan sumber data terkait asal penerimaan barang di dalam sistem. Modul ini sangat penting pada operasi gudang terintegrasi dimana sistem harus bisa membedakan data stok masuk yang berasal dari berbagai platform, aplikasi, atau workflow digital lain (misal: integrasi aplikasi eksternal C-App).

1. Tampilan Utama (Daftar Sumber Penerimaan Barang)

Penjelasan Tampilan

2. Langkah-langkah Input/Mapping Sumber Penerimaan Barang

  1. Masuk ke Utilitas > Sumber Penerimaan Barang.

  2. (Jika tersedia) klik Tambah untuk menambah maping/kategori sumber penerimaan.

  3. Isi nama gudang, sumber data (misal: pilih C-App jika penerimaan dari aplikasi tersebut), dan alasan pengaturan.

  4. Simpan data agar sistem mengenali sumber penerimaan sesuai konfigurasi masing-masing gudang/platform.

3. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

4. Tips & Catatan Penting

Push Data to Kokola App

Panduan Modul: Push Data to Kokola App

Lokasi Modul
Utilitas > Push Data to Kokola App

Tujuan Modul
Modul Push Data to Kokola App berfungsi untuk melakukan pengiriman (sinkronisasi) data tertentu secara manual dari sistem inti (ERP/warehouse, dsb) ke aplikasi eksternal "Kokola App". Fitur ini menjamin bahwa data penting seperti pesanan pembelian, barang, dan data vendor tetap konsisten dan up-to-date antara dua sistem yang terintegrasi.

1. Tampilan Utama dan Form Push Data

Penjelasan Tampilan

2. Langkah-langkah Push Data ke Kokola App

  1. Masuk ke Utilitas > Push Data to Kokola App.

  2. Pilih Jenis Transaksi yang akan dikirim (PO/Item/Vendor) dengan radio button.

  3. Jika memilih PO, pilih Nomor PO yang tersedia dari dropdown.

  4. Klik Kirim data untuk memulai proses pengiriman ke aplikasi Kokola.

  5. Sistem akan menyalin/mengirim data terkait ke platform Kokola, menunggu notifikasi atau konfirmasi pengiriman berhasil/gagal.

3. Alur Kerja & Proses Bisnis Terintegrasi

4. Tips & Catatan Penting